Thursday, 24 September 2015

Tiga Jawara Kuliner Malang

Tak habis rasanya kalau cerita soal Malang, saya saja selalu mau kesana lagi kalau ada trip gratis (hehe). Tempat wisatanya, alam sekitarnya, sampai makanan murah meriahnya semuanya bisa membuat siapa saja betah di Malang atau setidaknya pasti datang lagi setelah kunjungan pertamanya. Sebut saja Gn. Bromo, Gn. Semeru, Pulau Sempu! Hadeuuh bagus-bagus itu! Tapi ya sudahlah ya saya pun belum sempat kesemua itu. So, Malang wait again for me ya!!

Saya ini bukan penggemar berat makan (prinsipnya makan untuk hidup bukan hidup untuk makan) makanya jarang menulis pasal kuliner atau makanan khas tapi entah kenapa perut ini terasa terus membesar bak penggila makanan (hahaha). Jadi supaya makin banyak yang “membesar” kaya saya ini, saya akan bagikan pengalaman jajan di Malang yang uenak tenan!! Wajib coba lho.

Si bakso legendaris

Buat yang tinggal di Malang pasti tahu warung bakso yang namanya sudah legendaris, ada di pinggir rel kereta, baksonya orang nomor satu di Indonesia, Yapp Bakso President!! Saya sengaja datang karena ingin tahu rasa dan suasana yang ada disini. Konon katanya memang lezat dan khas karena lokasi yang dari dulu belum pernah pindah, disamping rel kereta api, jadi bisa sambil menikmati pemandangan kereta lewat (duh apa gak malah ngeri ya?!). Oiya, nama President sendiri berasal dari nama sebuah bioskop yang dulunya ada di dekat warung ini. Namanya bakso Malang pasti berbeda dengan bakso dari daerah lain yang terkenal contohnya Solo maupun Bandung. Bakso Malang memiliki banyak ragam tidak hanya bakso bulat seperti bola pingpong... (ehehe #nyanyi) tapi juga ada siomay goreng, tim goreng, siomay basah dan tahu isi. Dan di Bakso President ini mereka semua nampak gede-gede euy, jadi waktu pesan salah satu paketnya benar-benar kenyang poll!!

Panas-panas ngebakso itu memang sueger tenan, minumnya es teh (yummy!!)
Harganya memang sedikit diatas harga rata-rata tapi rasanya enak lho. Sayang, saya tunggu si kereta tak kunjung lewat jadi belum lengkap pengalaman makan baksonya (hehe). Mencari alamat Bakso President cukup sulit bagi yang tidak biasa ke Malang, begitu pun dengan saya yang harus tanya sana-sini karena lokasinya yang tertutup bangunan dan dilalui jalan yang tidak terlalu besar. Tapi kalau sudah sampai dilokasi ternyata parkirannya nyaman dan aman kok, motor dan mobil bisa parkir.

Es Krim ala Belanda

Ini yang saya makan hehe (sedap!)
Malam setelah saya makan di Bakso President saya kembali menuju pusat kota tepatnya di Jl. Basuki Rahmat. Di dekat alun-alun kota berseberangan dengan Gereja Katedral berdiri sebuah restoran dengan gaya kolonial yang begitu apik. Toko Oen namanya, dari namanya saja kita tahu bahwa pemiliknya pasti keturunan Arab (hohoho) keturunan Tionghoa yaa. Adalah seorang keturunan Tionghoa bernama Oma Oen yang berhasil memperkenalkan es krim lezat buatannya sendiri. Saya pun tak ketinggalan mencicipi es krim tersebut. Rasanya memang tidak neko-neko, pas dilidah, tidak terlalu manis dan memang lezat. Ada banyak pilihan rasa disana. Kentalnya suasana kolonial terasa mulai dari bangunan, hiasan dan pajangan, kursi sampai perabot semuanya dipertahankan sejak Toko Oen dibuka tahun 1930. Lagi-lagi, harganya memang berbeda dengan es krim lainnya tapi suasana Toko Oen dan lezat hidangannya tentu tak bisa digantikan apapun (#aseekh). Selain es krim disini juga ada makanan baik rasa Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado sampai European food seperti beef steak. Tapi tenang saja bayarnya tetap pakai rupiah kok (hehe)

Terlihat kan suasananya yang berbeda, seperti kembali ke masa kolonial dulu
Makan di museum

Sambutan awal restoran
Nama restoran ini adalah Inggil Resto Museum yang berada di Jl. Gajah Mada tak jauh dari Balai Kota Malang. Saya pun jalan kaki setelah meletakkan kendaraan di banyak parkiran di sekitar Tugu Malang. Dari namanya saja harusnya sudah bisa tahu ya bahwa restoran ini mengusung suasana jawa (istilah Inggil merupakan tatanan tertinggi dalam bahasa jawa). Lalu kenapa museum? Karena layaknya sebuah museum disini juga banyak dipajang benda artistik yang menarik seperti sepeda, piringan, perabot yang mengesankan masa lalu. Ya, jika di Toko Oen kita serasa dibawa kerumah orang Belanda di tahun 30-an, di Inggil Resto Museum suasana jawa tempo doeloe-lah yang lebih kental.

Malam itu saya memesan makanan favorit, ayam goreng dengan sambal lalapan ala kampung (haha doyan banget) dan juga hidangan lainnya. Harga makanannya tidak terlalu mahal, kan suasananya pun sangat berbeda. Ditambah ada sinden dan grup musik yang menemani dengan tembang jawanya, sesekali juga menyanyikan lagu masa kini. Yaah itung-itung bayar buat sewa tempat sama ditemani live gamelan gitu (hehe).


Suasana Jawanya kental sekali, yang lesehan, yang di kursi semua ada plus sinden pengiring di ujung restoran. Lengkap!!!
Jadi, dari ketiga tempat makanan itu sepertinya persamaannya adalah bahwa harganya diatas rata-rata semua ya (hahaha), yaa kapan lagi mumpung ke Malang mungkin tidak ada salahnya coba sesekali. Belum lagi disetiap tempat tersebut banyak hal/cerita uniknya. Mungkin itu yang tidak bisa kita dapatkan ditempat makan yang lain (baca: biasa dan murah). Nah kalau memang mau yang murah saya pernah juga makan di sekitaran UM (Univ. Muhammadiyah) Malang, wah kalau disini banyak yang enak dan juga memang murah. So, please choose :)


6 comments:

  1. Pengen juga sekali-sekali wisata kuliner kayaknya sedep juga sih.. malang cuma sempat ngerasain bentar makan di terminal

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pernah juga tu makan di samping terminal Arjosari, enak, murah, lesehan.. lupa apa namanya, tp memang enak-enak makanan di Malang :)

      Delete
  2. Replies
    1. Hihihi.. iyaa..dengan ais campur :)

      Delete
  3. Rekomendasi wisata kuliner yang unik di kota Batu Malang :
    • Steak & Sate Kelinci
    • Jagung & Pisang Bakar
    • Aneka sambal & masakan tradisional khas Jawa lainnya.
    Rasanya extra kuat, tapi harganya relatif murah.
    Suasananya santai & romantis, cocok untuk nongkrong atau sekedar refreshing bersama keluarga. Berlokasi tepat diantara Jatim Park & Museum Angkut.

    Warung Khas Batu
    Jalan Sultan Agung 29, Batu, Jawa Timur 65314 (Jatim Park 1 - Museum Angkut)
    Tel / Fax : +62 341 592955
    HP/SMS/Whatsapp: +6285707585899
    BBM : 7D8DEB8C
    www.TheBatuVillas.com/WarungKhasBatu
    www.Facebook.com/WarungKhasBatu

    NB : blogger / pengulas / reviewer / tour guide kami undang test food GRATIS !

    ReplyDelete