Saturday, 19 April 2014

Genting, wisata di puncak pegunungan

Genting Skyway, seru!!

Genting Highlands, saya hanya tahu nama itu sebagai salah satu tempat untuk naik gondola yang berada di daerah sejuk pegunungan tinggi dan katanya juga punya kasino yang rasanya tak akan mungkin kita jumpai di daratan lain di Malaysia, hanya di Genting lah yang legal. Sampai ketika saya berada di Kuala Lumpur, saya berhasil mengunjungi ‘daerah tinggi’ tersebut lalu melihat tulisan Resort World terpampang di setiap info tentang Genting Highlands. 

Tulisan ini mengingatkan saya dengan Universal Studio Singapore (Resort World Sentosa) yang pernah saya datangi sebelumnya. Ternyata mereka satu merek dibawah Genting Grup, sebuah perusahaan besar Malaysia yang banyak bergerak dibidang pariwisata atau resort. Jadi saya membayangkan sudah pasti Resort World Genting ini terintegrasi dengan sangat baik dan akan banyak kesenangan di dalamnya, dan ternyata betul ada theme park didalamnya (huhuy).

KL sentral, rasanya kemanapun kita akan pergi di Malaysia semuanya bisa dijangkau dari stasiun besar ini. Dan kesanalah juga saya ketika hendak menuju Genting. Banyak bus yang akan mengantarkan kita serta menyediakan paket-paket wisata murah ke Genting. Bandingkan saja dengan paket kita hanya perlu mengeluarkan sekitar RM50 (dalam kurs Rp3.500 sekitar Rp175.000) alih-alih ‘ngeteng’ beli tiket satu-satu dimana tiket masuk theme park saja sudah RM32 belum lagi biaya cable car sekitar RM10, sampai biaya masuk snow world RM30. Mungkin total ‘ngeteng’ bisa RM100. Jadi pintar-pintar lah mencari paket murah ketika hendak menuju Genting Highlands.

Genting Highlands (resortworld.com)
Dalam hitungan satu jam perjalanan, bus merah itu berhasil menapaki jalanan pegunungan yang turun naik dengan pemandangan hijau indah khas dataran tinggi. Dari yang saya baca, lokasi Genting Highlands ini memang ada di puncak pegunungan Titiwangsa dengan ketinggian sekitar 2000m dpl jadi sudah pasti udaranya pun dingin menusuk kalbu (aiih...) eh tapi serius memang sangat dingin. Jaket mungkin jadi alat bantu yang sangat mendukung, walau sekeliling saya rasanya cuek saja berpakain casual yang setelah diteliti lebih jauh, oalah pantas! Warga negara 4 musim toh ada Cina, Korea sampai Eropa. Sudah biasa ya Pak ?!!

Untuk menuju lokasi Genting Highlands kita harus melanjutkan perjalanan dengan gondola (cable car) yang dinobatkan sebagai yang tercepat (21.6 km/jam) dan terpanjang di Asia Tenggara (3.38 km). Dan memang seru juga naik gondola ini apalagi saat itu tidak ramai pengunjung sehingga tak perlu menunggu lama saya segera mendapatkan giliran. Betul-betul membuat nafas siapapun serasa terhenti apalagi jika anda takut akan ketinggian, seperti Pak Jheff yang terlihat sangat tenang tapi juga bercampur khawatir (hehe). Bayangkan saja dengan kecepatan yang tidak biasa untuk sebuah gondola, dia akan terus dan terus nanjak tanpa kita pernah tahu dimana ujungnya karena kabut pegunungan yang pekat saat itu seolah menutup semuanya, angin kencang dingin pun sebentar-sebentar ‘nyenggol’ gondola kami yang spontan membuat seisi gondola ingin melihat kebawah seperti apa landasan ketika (amit-amit) kami terjun bebas kebawah dan ternyata dibawah pun hanya ada pepohonan hijau rindang (apes!).

Gerimis mengiringi perjalanan, indah!
Kok rasanya seperti menakutkan ya? (hehe). Tenang saja, tidak semengerikan itu. Gondola ini sangat aman setidaknya begitu jika kita tidak berusaha loncat-loncatan di dalam gondola atau menggoyang-goyangkan dari dalam (hehe) . Dari yang saya amati, ruangan dalam gondola cukup besar, bisa diisi 6-8 orang. Ada jendela kecil yang bisa dibuka untuk mengalirkan udara dan pintu gondola pun rasanya tidak bisa dibuka dari dalam. Nah, aman kan. 

Saya pun berusaha menikmati gondola dengan foto-foto serta duduk diam menikmati kabut, hutan lebat sampai kicauan burung yang sangat menenangkan. Sampai akhirnya kami sampai di Resort World Genting disambut udara super dingin dan angin kencang. Sempat heran, bagaimana orang-orang itu membangun resort atau kompleks hiburan besar seperti ini karena ternyata ada lima hotel (sala satunya menjadi hotel terbesar dengan kamar terbanyak didunia) lalu ada indoor theme park, restoran, hall pertunjukan serta snow world. Terus masih harus membangun Genting Skyway (gondola) tadi. Mantap lah!

Taman bermain atau indoor theme park jadi sasaran utama saya. Karena saya selalu suka permainan ekstrem. Tapi ternyata belum ada yang ekstrem untuk saya (hehe) mungkin efek membandingkan dengan USS sebelumnya. Dulu memang pernah ada outdoor theme park yang memiliki wahana-wahana seru tetapi ditutup dulu dan katanya akan dibuka kembali beberapa tahun kedepan, mungkin saya harus datang kesini lagi nanti. Tapi sedikitnya ada 24 spot menarik termasuk wahana yang bisa dicoba. Saya mulai dengan naik bumper car, lalu roller coaster yang lumayan menegangkan, dan terakhir merasakan sensasi salju di Snow World. Di snow world semua sudah disediakan, baju hangat, sepatu sampai loker untuk barang bawaan kita. Lalu masuk dan rasakan dinginnya udara dibawah 8 derajat celcius bahkan minus. Didalamnya kita bisa main seluncuran dengan ban, seperti yang sering saya lihat di film-film (hehe) atau sekedar bermain salju.

Semoga saya bisa datang ketika outdoor theme park nya sudah jadi ^.^
Selanjutnya, saya naik gondola lagi namanya Awana Skyway untuk menuju kuil budha Chin Swee yang ternyata juga menyatu dalam gua-gua sehingga sering disebut Chin Swee Cave Temple. Untuk gondola ini saya perlu membayar lagi sekitar RM3 dan nikmatilah kembali sensasi naik gondola yang menyenangkan (hehe). Kuil ini ada dibawah Genting Highland dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Pemandangan di kuil ini sungguh indah, karena berupa dataran luas terbuka sehingga kita bisa menikmati pemandangan indah pegunungan Titiwangsa lebih dekat. Disini juga terdapat pagoda, patung budha dan patung dewa-dewa yang tersebar sampai ke atas bukitnya. Kita pun bisa manapaki jalanan menaiki bukit tersebut. Di dindingnya pun tertulis inskripsi atau ukiran yang menggambarkan perjalanan spiritual dan kegiatan supranatural dari pendeta Chin Swee. Saya sendiri sih hanya memuaskan diri dengan foto-foto (hehe).
Kuil Chin Swee dilihat dari Awana Skyway
Untuk oleh-oleh atau tempat makan pun jangan khawatir karena banyak tersedia. Salah satunya toko oleh-oleh camilan, seperti kacang-kacangan, permen sampai buah kering yang saya datangi sebelum pulang. Cukup murah dan yang pasti rasanya enak. Yang menarik lainnya, selalu ada tester untuk setiap makanan. Mulai dari mangga kering, kacang almond, rumput laut, manisan buah enak Ah banyak lagi dan sudah saya coba semua. Sampai-sampai mungkin lebih banyak yang saya coba daripada jumlah yang saya beli (hehe kenyang). Aji mumpung!
Tempat menunggu bus yang nyaman, menuju KL Sentral lagi...

2 comments: