![]() |
Si Melly.... |
Taman Nasional Way Kambas
(TNWK) menyambut kami dengan gerbang pertamanya, Plang Ijo. Angkutan kesana ya
ojek karena memang hanya ada ojek dan ini ojek yang bisa dipesan untuk jemput
ketika hendak pulang nanti. Plang Ijo bisa dicapai dalam waktu 15 menit dan sekali
lagi jalannya rusak dan becek. Lepas dari Plang Ijo kita tidak akan lagi
menemukan perumahan penduduk, mulai dari sini hanya akan ada hutan, jalanan berbatu,
hening sekali! terkadang hanya kicauan burung yang jadi pengiring selama 10
menit perjalanan menuju pintu gerbang Pusat Pelatihan Gajah (PLG).
Selain hutan yang lebat,
saya juga melihat taman nasional ini berbatasan dengan perkebunan warga yang
dipasangi parit cukup dalam diperbatasannya. Memang, dari yang saya dengar
banyak gajah liar yang kehabisan makanan di hutan biasanya akan memasuki
perkebunan warga untuk mencari makan, yang akhirnya merusak perkebunan itu
sendiri sehingga menakuti warga. Maka dibuatlah parit-parit yang cukup dalam
untuk menahan si gajah. Kasian juga yah membayangkan gajah liar yang kelaparan
ini, karena ada lebih banyak gajah liar (200-an) dibandingkan gajah latih (60-an)
di areal TNWK yang total mencapai 125ribu hektar ini. Semoga saja kebakaran
hutan apalagi yang disengaja tidak banyak terjadi supaya makanan mereka pun
selalu tersedia.