![]() |
| Horas! |
Ketika itu pesawat belum
berhenti sempurna, hanya beberapa saat setelah roda kecilnya menyentuh badan
landasan Polonia, awak kru pesawat dari balik mic-nya menyerukan penumpang untuk tetap duduk hingga parkir
sempurna. Tidak cukup luas memang Bandar Udara Polonia jika membandingkannya
dengan Jakarta, tapi keduanya sama menjadi salah dua bandar udara tersibuk di
Indonesia. Tanpa menunggu lama, sekonyong-konyong beberapa (dan itu banyak)
penumpang bangkit seperti tidak mendengar seruan tadi, bergegas segerakan
tangan menyambar barang-barang dari balik bagasi kabin. Saya seperti terbawa
efek hipnotis yang harus ikut bergerak melakukan hal yang sama, tapi rasanya
tidak mungkin mempertahankan keseimbangan badan diatas pesawat yang berjalan
ini yang akhirnya membuat saya tetap duduk tidak beranjak kemana-mana. Saya hanya
diam, menunggu pesawat berhenti sempurna dan bertanya-tanya memandangi mereka
yang “cekatan sekali” pikir saya. Dan uniknya, hal ini selanjutnya tidak saya
jumpai di penerbangan saya ke kota lainnya (hehe).
