 |
| Ngeteng? ya jalan lah.. |
Perjalanan ke pulau
Sumatera kali ini memang bukan yang pertama, tapi ini jadi pengalaman saya
pertama naik kapal ferry, lalu pertama kali bermalam di masjid, pertama kali naik
gajah, sampai pertama kali didatengin polisi bak tersangka teroris. Rasanya
campur aduk! Saya jadi ingat salah satu kalimat, “Kapan terakhir kali anda
melakukan sesuatu untuk pertama kalinya?” kalau tidak bisa jawab, waktunya
jalan-jalan. Jadi kesanalah
saya, Lampung.
Untuk menuju provinsi
Lampung saya bisa saja menggunakan Damri dari Stasiun Gambir tapi nyatanya saya
pakai jalur repot alias ‘ngeteng’. Mungkin sisi baiknya cara ini lebih murah
bisa sampai setengah harga Damri serta waktu yang lebih
fleksibel, tapi apakah ada sisi gak
enaknya? ya ada tapi buat saya mah seru-seru aja lah hehe.
 |
| antri ni siap-siap ke kapal |
Jam 6 pagi saya dan
seorang teman meninggalkan rumah menuju Pasar Rebo untuk cari bus ke Merak. Infonya
sih bus yang melayani rute Jakarta-Merak ada Primajasa, Arimbi, Bima Suci, Armada,
Laju Prima yang semuanya sudah AC. Saya mah mana aja lah yang penting murah
(padahal harganya sama semua) dan tak lama naiklah saya ke Arimbi yang
untungnya masih kosong jadi nyaman bisa duduk manis dan lega. Mungkin karena
masih pagi atau memang belum rezeki sang supir sudah keluar masuk tol nunggu di
slipi, di kebon jeruk tapi bisnya tak kunjung penuh dan terjadilah, si Arimbi
menurunkan kami di Serang, apes!! Alasan yang dipakai ‘busnya mau tambal ban’
tapi katanya penumpang yang mau ke
daerah Serang gak usah ganti bus hehe. Jadi lebih lama lah saya sampai di Merak
sekitar jam 10.30 siang.
 |
| cukup nyaman kok, kalau sepi hehe |
Pelabuhan yang beroperasi
24 jam ini memang bagus dan cukup bersih,
walaupun harus jalan agak jauh menuju pelabuhan tapi disediakan jalur
pedestrian yang berkanopi dan cukup nyaman apalagi memang sedang hujan.
Beruntung saya berangkat masih cukup jauh dari liburan Natal-Tahun Baru jadi
masih agak sepi penumpangnya. Di jalur
pedestrian ini pun banyak pedagang jadi mudah kalau mau beli bekal dulu dan
memang lebih baik beli diluar kapal. Ada satu percakapan lucu di dalam kapal
ketika seorang bapak disamping saya menanyakan harga minuman kaleng ke
perempuan muda yang menjualkannya. Ternyata harganya naik 5 ribu, si Bapak bilang “kayak di kapal aja!”
si mbak cuma tersenyum.
So, mau beli Pop Mie 4
ribu di Indomaret atau 10 ribu di kapal?